Tulisan ini saya tulis berdasarakan pengalaman pribadi saya saat pergi ke Jakarta beberapa hari yang lalu dalam rangka mengantar kakak saya kuliah di Busan, Korea Selatan. Judul posting perjalanan kali ini berbeda dengan tulisan – tulisan sebelumnya yang selalu menggunakan kata “ hemat ”, karena menurut saya perjalanan kali ini tidak saya anggap hemat tapi sangat nyaman. Sebenarnya untuk pergi ke Jakarta dapat menggunakan berbagai macam jenis angkutan umum mulai dari bus, kereta api, dan pesawat. Kesempatan kali ini saya menggunakan Kereta Api Bisnis Fajar Utama keberangkatan Semarang Tawang tujuan akhir Jakarta Pasar Senen (tumben ni saya mau pakai kereta bisnis). Walaupun biaya yang digunakan lebih mahal dibandingkan dengan KA jenis ekonomi tetap saya jalani karena perjalanan saya lakukan bersama keluarga. Ingin tahu lebih lanjut tentang perjalanan saya, ikutin posting ini lebih lanjut ya…

Salah satu KA Bisnis jurusan Semarang – Jakarta adalah KA Fajar Utama yang berangkat pukul delapan pagi dan sampai di tujuan jam tiga sore. Namun ada juga kereta berjenis sama yaitu KA Senja Utama yang berangkat pukul delapan malam dan sampai di tujuan jam tiga dini hari. Harga tiket memang lebih mahal dari KA Ekonomi sekitar Rp 100.000,- hingga Rp 140.000,- hampir tiga kali lipat dari harga tiket ekonomi. Namun untuk tingkat kenyamanan gak usah ditanyain lagi, jauh lebih enak dan nyaman tentunya. Fasilitas lain, tiket KA bisnis bisa dipesan 30 hari sebelum keberangkatan walaupun saat hari keberangkatan juga masih bisa dibeli. Untuk pembelian tiket langsung saja ke Stasiun Tawang di bagian pemesanan tiket yang terletak di lobby utama atau bisa dipesan melalui agen – agen atau biro perjalanan langganan anda (namun biasanya harganya lebih mahal), dengan cara mengisi formulir yang disediakan oleh pihak Jawatan Kereta Api. Sekedar informasi saja Stasiun Tawang berada di kawasan Kota Lama samping Polder Tawang dan Stasiun Tawang hanya melayani jalur KA jenis bisnis dan eksekutif saja. Untuk kesana dapat menggunakan berbagai jenis angkutan umum, namun jika anda menggunakan mobil pribadi bisa dititipkan ke pihak stasiun dengan biaya Rp 20.000,- per hari.

Untuk keberangkatan saya sarankan agar sudah berada di stasiun 30 menit sebelum jadwal pemberangkatan, agar kita lebih nyaman dan tidak tergesa – gesa saat persiapan naik kereta. Selain itu karena ini stasiun pemberangkatan kereta pasti sudah siap di jalurnya, namun untuk masuk kereta tunggu operator stasiun mempersilakan terlebih dahulu, karena salah – salah kita bisa keliru naik kereta. Saat naik ke gerbong tidak usah tergesa – gesa atau berebut karena di tiket pasti tertulis nomor tempat duduk anda, jika ada masalah tempat duduk silakan tanyakan pada petugas yang ada di dalam gerbong. Perjalanan akan dimulai sesuai jadwal, tapi kalau saya kemarin telat kira – kira ± 10 menit. Kereta akan melintasi jalur lintas utara, dimana kereta akan berhenti hanya di stasiun – stasiun besar saja untuk menaikkan dan menurunkan penumpang seperti di Stasiun Pemalang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Bekasi, dan Jatinegara. Namun kadang kereta juga sering berhenti di stasiun-stasiun kecil untuk menunggu sinyal perlintasan. Saat perjalanan, keadaan kereta bisnis dan ekonomi sangat bertolak belakang, dikereta bisnis tidak ada yang duduk – duduk atau tiduran di lorong gerbong semua penumpang mendapatkan kursi, tidak ada pedagang yang berlalu lalang saat kereta berjalan, pedagang hanya ada ketika kereta berhenti di stasiun – stasiun besar. Di dalam kereta ada petugas khusus dibagian reservasi atau cafetaria, tp makanan dan minuman yang dijual cukup mahal mendingan membawa bekal dari rumah saja lebih ngirit. Hehe..

Di perjalanan saat berangkat dari Semarang kita akan disuguhi pemandangan yang menarik, setelah melewati Stasiun Weleri kereta akan melewati daerah Ujung Negoro dimana di kiri kita akan terlihat hutan, perkebunan, dan perbukitan sedangkan sebelah kanan kita adalah hamparan pantai pasir hitam berbatu dan perairan Laut Jawa. Jadi ketika melewati daerah ini jangan tidur ya karena pemandangan yang ada lumayan bagus dilihat dan gratis tentunya. Hehe.. Seteleh memasuki daerah Cirebon akan disuguhi pemandangan menarik lagi, bukan pemandangan alam tapi kegiatan pembangunan stasiun Cirebon dan fasilitas perkretaapian Pulau Jawa secara besar – besaran. Kota Cirebon termasuk ke dalam Daop III perkretaapian, dan merupakan persimpangan perkretaapian antara arah Jakarta, Semarang – Surabaya, dan Bandung – Yogyakarta. Setelah melewati Cirebon kereta akan dipacu lebih cepat karena stasiun yang delewati hanya sedikit dan kanan kiri rel hanya ada hamparan persawahan yang sangat luas. Kita sudah tahu kereta akan sampai ditujuan ketika kereta sudah memasuki daerah Bekasi, jadi kita harus siap – siap karena akan tiba di Stasiun Pasar Senen setelah melewati Stasiun Jatinegara. Ketika tiba di Pasar senen, periksa sekali lagi barang bawaan anda jangan sampai ada yang tertinggal atau terbawa oleh orang lain. Jika anda sudah ada rencana pulang kembali ke Semarang lebih baik anda pesan langsung saja setelah sampai di Stasiun Pasar Senen, agar saat pulang nanti tidak usah ribet – ribet ngantri beli tiket lagi.

Itulah tadi pengalaman saya ke Jakarta menggunakan KA bisnis Fajar Utama dengan biaya Rp 100.000,- sampai Rp 140.000 sekali jalan ( tarif sering berubah saya waktu berangkat hari sabtu pagi Rp 120.000,- dan pulang senin pagi Rp 100.000,-) untuk pulang ke Semarang lagi , dapat menggunakan kereta yang sama namun jadwal keberangkatan maju setengah jam. Semoga bermanfaat dunia dan akhirat. Amiin…

Tips unik menurut yang nulis blog ini :
1. Pastikan bahwa anda sudah siap menerima konsekuensi tinggal di Jakarta
2. Carilah informasi + bikin agenda sebelum bepergian
3. Datang ke Stasiun lebih awal dan Hindari pencaloan
4. 5 S dengan penumpang lain ( Salam, Sapa, senyum, sopan, santun)
5. Nikmatilah kemacetan Jakarta dengan rasa tulus ikhlas
6. Jangan lupa beli oleh – oleh untuk temen – temen atau orang yang anda sayangi
7. Ingat jangan lewat jalur Bus Way kalo tidak disuruh Pak Polisi
8. Yang paling utama tetep berdo’a setiap saat dan ibadah tepat waktu

« »